HEADLINE NEWS

Penjaringan Perangkat Desa Tebing Linggahara Diduga Melanggar Perda no 5 Tahun 2017

 


Generasi l co. Id  l labuhan batu. 

Penjaringan perangkat desa di desa tebing linggahara diduga tidak syah(melanggar Perda no, 5 tahun 2017 tentang pengangkatan perangkat desa. 

Menurut pantauan tim investigasi LSM GEBRAKKAN RI(Gerakan berantas kriminal korupsi narkoba Republik Indonesia) Bung Darmono raja (KETUM GEBRAKKAN RI) jumat, 12/03/2021, terkait penjaringan perangkat desa yang dilaksanakan dikantor desa dengan formasi kaur pemerintahan yang diikuti oleh dua orang peserta yang bernama siti widia astuti(pegawai honor didesa)penduduk desa tebing lingga hara, kec.bilah barat dan fairurridho(penduduk kelurahan bakaran batu, kec rantau selatan). 

Menurut pantauan dilapangan seleksi ujian yang dilaksanakan dihadiri oleh pihak kecamatan yang diwakili oleh yusuf sebagai kasipem dan marhaenah sebagai kasi sosial, serta soleh kades tebinglinggahara dan panitia penjaringan (perangkat desa) tanpa melibatkan masyarakat dan pengawas dari pemkab(PMDK), menurut keterangan peserta Fairuridho kepada beberapa awak media dan laporan kepada LSM GEBRAKKAN RI,pada saat hari rabu sebelum dua hari diadakan penjaringan ketika mengantarkan berkas pendaftaran penjaringan perangkat, ketemu dengan kades mengatakan kami tidak mengadakan penjaringan tutur kades akan tetapi setelah berkas diperiksa sekdes akhirnya diterima .Dikarenakan hari Kamis dipending diduga karena tidak mendapat persetujuan PMD,akan tetapi di hari jumat terlaksana seleksi ujian terkesan dipaksakan oleh panitia (perangkat desa) dengan instruksi kades sehingga terlaksana pada hari jumat. Sehingga dugaan terjadi kebocoran soal dikarenakan yang membuat soal adalah pihak panitia (desa)  hal ini diduga kuat terjadi kecurangan sehingga salah satu peserta mengajukan keberatan pembatalan tertulis kepada kecamatan dan PMD yang ditembuskan kepada LSM GEBRAKKAN RI. 


Ketum GEBRAKKAN RI menuturkan kepada beberapa awak media mengatakan setelah konfirmasi kepada kadis PMD melalui via watshap, terkait hal ini membenarkan bahwa penjaringan perangkat desa tersebut tidak dapat disahkan(dibatalkan) Dan ketika tim LSM gebrakkan RI dan media mengkonfirmasi via watshap kepada camat bilah barat sdara Nur "apakah saudara yusuf(kasipem) dan marhaenah(kasi sosial) kehadiran didesa dalam rangka penjaringan tersebut diutus untuk pemantau tim kecamatan penjaringan perangkat desa apakah dalam rangkah tupoksinya berkunjung biasa. " Pak camat mengatakan nanti kita tanya dulu anggota kita tersebut setelah pulang dari sana bang jangan di media dulu, kalau saya mengikuti bagaimana PMD bang, tutur camat bilah barat yang sering disapa pak Nur. (Dr79/ast70/jsp) 

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *