HEADLINE NEWS

Menteri BUMN Erick Thohir : KEK Sei Mangkei Harus Dorong Ekonomi Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat Sumut

 


JAKARTA, 28 Juni 2021 – Menteri BUMN Erick Thohir berharap Kawasan Ekonomi Khusus 

(KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara mampu mengundang investor untuk menanamkan 

investasinya guna meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja. Diharapkan 

kawasan Industri ini harus segera dikembangkan tidak berorientasi pada perusahaan property 

saja tetapi menjadi kawasan industry yang bisa bersaing dengan KEK di daerah lainnya dan 

bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Seperti arahan Bapak Presiden RI bahwa kawasan Industri ini harus segera dikembangkan 

tidak berorientasi pada property company, namun bagaimana kawasan industri ini menjadi 

kawasan industri yang bisa digunakan untuk investasi oleh partner-partnernya sehingga 

kawasan industri ini cepat jadi,” kata Erick saat berkunjung ke KEI Sei Mangkei, Provinsi 

Sumatera Utara, Jumat (25/6). Dalam kunjungan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir 

bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah didampingi Dirut Holding 

Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani.

KEK Sei Mangkei merupakan KEK pertama di Indonesia yang diresmikan beroperasinya oleh 

Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. KEK Sei Mangkei berlokasi di Provinsi Sumatera 

Utara dan memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan 

karet, pariwisata dan logistik.

Erick menambahkan pengelola KEK Sei Mangkei sebenarnya dapat mengeksplorasi kekayaan 

sumber daya alam di wilayah Sumatera Utara dan sekitar kawasan tersebut sehingga bisa 

menjadi investasi yang terjangkau bagi para masyarakat sekitar. Oleh karena itu, keberadaan KEK Sei Mangkei akan bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Utara untuk meningkatkan 

ekonomi dan membuka kesempatan lapangan kerja. 

Diungkapkan Erick, dirinya sudah meminta kepada PTPN III yang mengelola KEK Sei Mangkei 

agar dapat menjadikan tanah-tanah yang berada di sekitaran kawasan tersebut bisa menjadi 

investasi yang murah bagi para pengusaha yang ingin membangun pabriknya di Kawasan 

tersebut

“Sumut sejak zaman dahulu memang sudah terkenal akan sumber daya alamnya, untuk itu 

sekarang kita perlu melakukan hilirisasi, saya tadi juga melihat beberapa pabrik yang ada di 

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, yang bisa meningkatkan ekonomi dan membuka 

lapangan kerja. Hal ini berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar KEK Sei 

Mangkei,” ungkap Erick.

Erick berharap KEK Sei Mangkei bisa bersaing secara positif dengan KEK di daerah lainnya, 

bahkan bisa bersinergi dalam meningkatkan dan mendukung perekonomian nasional.

Managemen KEK Sei Mangkei agar belajar kepada Kawasan Industri Batang (KIB) yang telah 

berhasil mengandeng banyak investor dalam waktu singkat.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei seluas 1.933,8 Ha terdiri dari industri hilir kelapa 

sawit, industri hilir karet, dan aneka industri lainnya. Fokus pengembangan zona industri di 

KEK Sei Mangkei adalah Hilirisasi komoditi Kelapa Sawit dan Karet.

Konsep pengembangan energi di KEK Sei Mangkei mengutamakan energi baru terbarukan 

(renewable energy) yang menjadikan pengembangan KEK Sei Mangkei dalam Green Economic 

Zone (Zona Ekonomi Hijau). Kementerian Perindustrian telah membangun fasilitas yakni dry 

port, tank farm dan pusat innovasi. Sedangkan untuk distribusi suplai listrik, gas, serta 

jaringan telekomunikasi guna mendukung kegiatan investasi di KEK Sei Mangkei, PT 

Perkebunan Nusantara III bekerjasama dengan PLN, Pertagas dan Telkomsel. Sedangkan 

untuk pengelolaan air bersih dan air limbah merupakan fasilitas yang telah dipersiapkan dan 

dibangun oleh PT Perkebunan Nusantara III.PTPN III (Persero) telah menjalin kerjasama dengan mitra strategis untuk mengembangkan 

pembangkit listrik dari sumber energi baru terbarukan antara lain : Pembangkit Listrik Tenaga 

Biogas (PLTBg) berkapasitas 2 MW dari hasil pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (POME), 

dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 MW. Program ini mendukung 

upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (renewable 

energy) nasional dan menarik minat investor menanamkan investasinya di KEK Sei Mangkei.

Selain PLTS dan PLTBg, saat ini telah ada beberapa calon mitra strategis yang siap 

bekerjasama dengan PTPN Group dalam mengembangkan Bio-Compressed Natural Gas (Bio￾CNG) dari POME untuk disuplai ke tenant di KEK Sei Mangkei serta terdapat calon investor 

yang akan berinvestasi dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) 

berkapasitas 1 x 15 MW dan pengoperasian PLTBm berkapasitas 2 x 3,5 MW.

Sejumlah perusahaan terkemuka baik asing maupun domestik telah menanamkan investasi 

ke KEK Sei Mangkei, yakni PT Unilever Oleochemical Indonesia, PT Industri Nabati Lestasi, PT 

Delamere Estates Indonesia, PT All Cosmos Biotek, dan PT Aice Sumatera Industry. Selain itu, 

ada juga investor dalam penyediaan infrastruktur pendukung, antara lain PT PLN, PT 

Pertamina Power Indonesia, dan PT Pertamina Gas. Beberapa investor yang sedang proses 

penjajakan kerjasama untuk mengembangkan pabrik di Sei Mangkei diantaranya adalah PT 

Unilever Oleochemical Indonesia yang akan melakukan ekspansi pabriknya diatas lahan 

tambahan seluas 9 ha dan investor baru yakni PT KKB SMET, Alliance, PT NHL dan beberapa 

investor dari India, Korea, Malaysia, China, Taiwan dan Inggris yang diharapkan akan memulai 

investasinya di KEK Sei Mangkei dalam waktu dekat.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *