HEADLINE NEWS

Retribusi Jalan Umum di Dishub Diharapkan Capai Target

By On August 25, 2019

Pos parkir retribusi jalan umum di Dinas Perhubungan Medan diharapkan bisa mencapai target di tahun 2020. Jangan hanya di atas kertas saja yang dianggarkan begitu besar.


Namun capaiannya, justru sangat mengecewakan. Selain itu, sudah saatnya Medan miliki gedung parkir.

“Di tahun 2018 saja, ditargetkan dari pos parkir retribusi jalan umum sebesar Rp43,81 miliar. Sementara capaian (realisasi) yang didapatkan hanya Rp19,71 miliar,” ujar anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH, Sabtu (24/8/20-19) di gedung dewan.


“Kita harus realistis dalam menganggarkan pendapatan agar realisasinya tidak jauh dari target yang dibuat,” ujarnya.

Kalau target dari pos ini dinaikkan pada tahun 2020 sebesar Rp60 miliar, perlu dilakukan juga peningkatan SDM yang ada di dalamnya. Sehingga bisa bekerja sesuai dengan yang diharapkan. “Mampu kah SDM di Dinas Perhubungan itu nantinya merealisasikan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor itu,” ujar Bendahara FPDIP DPRD Medan itu.

Kalau ada kenaikan dari target tahun sebelumnya, dengan melihat realisasinya, seharusnya dishub mampu menambah kinerjanya dengan bekerja keras. Karena hitungan kerjanya harus tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Karena realisasi dari target tahun sebelumnya kurang dari 45 persen.

Untuk itu, Paul juga berharap target di dinas ini tidak menjadi kepentingan politik anggaran saja. Pemko Medan harus mencari cara untuk merealisasikan target yang ditetapkan.

Dua Pelaku Jambret Jalanan Diringkus Reskrim Polsek Medan Helvetia

By On August 23, 2019

APS (20) dan FA (20), warga jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, yang merampas tas dan menyeret korbannya seorang perempuan hingga terluka di jalan Dahlia Raya, berhasil ditangkap tim Reskrim Polsek Medan Helvetia. Beruntung, Aksi kedua pelaku sempat terekam kamera CCTV milik warga.

“Berdasarkan hasil rekaman kamera CCTV, akhirnya petugas bisa mengidentifikasi wajah pelaku,” kata Kapolsek Medan Helvetia Akp Sah Udur, Sik kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

Kapolsek menjelaskan, peristiwa ini berawal saat korban dengan berjalan kaki akan pergi bekerja menuju bus yang menjemputnya. Tiba-tiba dari arah belakang datang kedua pelaku yang merampas tas korban.

“Korban bernama Yenni sempat mempertahankan tas miliknya hingga terseret beberapa meter kedepan,” terang Sah Udur.

Akibat kejadian itu, Korban Yenni mengalami luka akibat di seret pelaku dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

“Korban mengalami luka dibagian lengan sebelah kanan,” ujar Sah Udur.

Sah Udur mengungkapkan, berdasarkan rekaman CCTV tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku dikawasan jalan Bakti Luhur, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis petang (22/8/2019).

“Kepada petugas, keduanya mengaku sudah 4 kali melakukan aksi penjambretan di sejumlah wilayah di Kota Medan. Kedua nya dikenakan pasal 365 ayat 2, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” tutup Kapolsek.

Kapolres Pelabuhan Belawan Hadiri Giat Jumat Berkah & Pengajian

By On August 23, 2019

Kapolres Pelabuhan Belawan Adakan Giat Jumat Berkah dan Pengajian

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH.MH beserta Kasat Binmas Kompol Justar Purba, SH kembali mengelar acara Jumat berkah memberi makanan dan minuman gratis untuk para kaum duafa, tukang becak bahkan dengan mengelar tikar makan nasi berkat bersama.

Pada kesempatan itu pula digelar pengajian dihadiri para ibu pengajian sekaligus diberikan arahan oleh Kasat Binmas Kompol Justar Purba di rumah singgah sahabat polisi di Jalan Veteran No 12 Kelurahan Belawan 1 Kecamatan Medan Belawan pada. Jumat siang tadi (23/08/2019).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH MH mengatakan rumah singgah sahabat Polisi ini memang diperuntukan untuk umum bagi siapa saja yang datang di rumah singgah sahabat Polisi seperti rekan-rekan Insan Pers, tukang becak, anak anak yatim maupun kaum duafa, silahkan datang ke rumah singgah sahabat Polisi ini.


Rumah singgah juga sebagai sarana untuk silaturahmi dalam.kegiatan.pengajian, kegiatan bhakti sosial maupun kegiatan olahraga. Ucap Kapolres berjiwa sosial tinggi ini.
Sesuai amatan, di hari Jumat barokah selalu rutin di datangi sejumlah abang becak, Anak yatim maupun kaum duafa yang berkunjung kerumah singgah akan diberikan nasi bungkus dalam acara setiap habis sholat Jumat di rumah sahabat polisi atau di rumah singgah Polres Pelabuhan Belawan.(red)

Polres Pelabuhan Belawan Jaring 20 Siswa Bolos Sekolah

By On August 22, 2019

Polres Pelabuhan Belawan Jaring 20 Siswa


Kepolisian Resort Pelabuhan Belawan adakan Razia kasih sayang terhadap pelajar yang tidak masuk sekolah(Bolos),Alhasil Sebanyak 20 orang siswa terjaring razia kasih sayang saat bermain di warnet saat jam belajar di kawasan Medan Marelan.Kamis (22/08/2019).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH dalam keterangan Persnya menjelaskan, kegiatan razia ini dalam rangka operasi kasih sayang guna mencegah kenakalan remaja usia sekolah.

"Guna mencegah terjadinya kenakalan remaja dan menghindari tawuran antar pelajar,kami dari Polres Pelabuhan Belawan akan terus mengadakan razia kasih sayang,"kata kapolres.

Puluhan siswa yang terjaring di dalam warnet ini ditemukan sejumlah benda keras dan senjata tajam diantaranya Gir sepeda motor, clurit, panah jari-jari sepeda motor, pisau lipat.

Menurut Kapolres Pelabuhan Belawan, para siswa yang terjaring razia di warnet dalam wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan akan dilakukan pembinaan dan nantinya akan dipanggil orangtuanya untuk membuat peryataan untuk turut mengawasi dan mengotrol kegiatan si anak.

"Para siswa yang terjaring razia kasih sayang akan kami berikan pembinaan dan setelah itu akan kami panggil orang tua siswa dan membuat surat pernyataan untuk turut serta mengawasi dan mengontrol kegiatan anaknya,"ujar kapolres.

Bagi pemilik warnet,Lanjut Kapolres, juga kita himbau agar tidak menerima siswa sekolah bermain warnet dan tidak menyediakan situs porno.

"Kita himbau kepada pemilik Warnet,agar tidak menerima siswa sekolah untuk bermain warnet dan tidak menyediakan situs porno,"himbau Kapolres.

Alamak...!!! Ada Judi Dadu di Sibolangit Diduga Kebal Hukum

By On August 22, 2019


PANCURBATU,- Lokasi judi dadu di Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit kembali beroperasi. Diduga lokasi perjudian tersebut kebal akan hukum dan aparat negara, Kamis (22/8/2019).

Informasi yang dihimpun, kegiatan perjudian itu diduga disebut-sebut digelar di sekitar Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) di Kecamatan Sibolangit.

Menurut salah satu warga sekitar yang enggan namanya dicantumkan mengatakan lokasi perjudian tersebut terbilang cukup ramai dikunjungi.

"Banyak yang datang kesitu, ada yang naik kendaraan roda dua ada juga yang roda empat," ungkapnya.

Pria berbadan tambun ini menyebutkan bahwa warga sekitar resah atas adanya lokasi perjudian di dekat tempat tinggal mereka.

"Kami takut anak-anak kami terpengaruh ke tempat itu," sebutnya.

Ketika disinggung apakah warga sekitar sudah melaporkan lokasi perjudian tersebut ke pihak berwajib, pria berbadan tambun ini mengaku belum ada yang melapor.

"Kami gak berani mengadu pak, takut kami," ucapnya.

Pria berbadan tambun ini berharap kepada pihak yang berwajib untuk melakukan tindakan tegas terkait kembali beroperasinya praktik judi dadu di Bandarbaru Kecamatan Sibolangit, demi menghindarkan anak-anak mereka dari pengaruh buruk keberadaan lokasi judi itu.

Sementara itu, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chaniago, ketika dikonfirmasi melalui HP selulernya enggan menjawab pertanyaan wartawan.(Tim)

Minim Kehadiran Dewan, Rapat Paripurna Batal

By On August 22, 2019

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan batal mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Perusahaan Umum Daerah (PUD) menjadi Peraturan Daerah (Perda), Kamis (22/8/2019).


Pasalnya, selain tanpa kehadiran Walikota dan pimpinan DPRD, juga mayoritas anggota DPRD Kota Medan “menghilang”saat pengesahan akan dilakukan.

Awalnya rapat paripurna yang dipimpin, Iswanda Ramli, dan dihadiri Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution dan Sekda Wiriya Alrahman sudah molor dari jadwal. Seyogyanya paripurna dilaksanakan pukul 10.00 WIB, namun baru dimulai sekira pukul 11.30 WIB.

Setelah Ketua Pansus, Hendra DS, menyampaikan laporan hasil pembahasan Pansus dan fraksi-fraksi menyampaikan pendapatnya terhadap Ranperda, Iswanda Ramli, yang memimpin sidang paripurna terpaksa menskor sidang sekitar 45 menit karena tidak cukup syarat untuk dilakukan pengambilan keputusan dan persetujuan bersama.

Sekitar pukul 14.40 WIB pimpinan sidang kembali melanjutkan sidang setelah mencabut skor. Namun, sejumlah anggota DPRD masih belum tampak hadir di ruang paripurna.

Terlihat, Iswanda Ramli, duduk sendirian di kursi pimpinan. Tak lama berselang Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution dan Sekda Wiriya Alrahman hadir di ruang sidang. Selanjutnya disusul Wakil Ketua, Burhanuddin Sitepu.

Sementara sejumlah anggota DPRD yang hadir masih berbincang-bincang. Sedangkan sejumlah staf Sekretariat sibuk menghubungi sejumlah anggota DPRD.

“Entah bang, aturannya pukul 14.15 WIB mereka sudah di ruang sidang,” ungkap salah seorang staf di depan ruang paripurna.

Bahkan, berulang kali staf Sekretariat melalui pengeras suara memanggil anggota DPRD dan unsur pimpinan untuk segera hadir di ruang sidang, namun tidak juga terlihat.

Hingga pukul 14.50 WIB mayoritas anggota DPRD belum juga terlihat, hingga akhirnya pimpinan sidang mengambil keputusan untuk menunda pengambilan keputusan dan persetujuan bersama sampai penjadwalan kembali di Badan Musyawarah.

“Dikarenakan peserta sidang tiak kuorum, maka rapat kita skors hingga penjadwalan ulang di Badan Musyawarah,” tegas Nanda Ramli.

FPDIP Soroti Terhambatnya Pelayanan Ketersediaan Air Bersih

By On August 21, 2019

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Medan menyoroti masih terhambatnya pelayanan ketersediaan air bersih untuk rumah tangga yang menyebabkan, banyak masyarakat yang tidak dapat menikmati air bersih dengan baik, apalagi mereka juga merupakan pelanggan dari perusahaan air daerah milik provinsi Sumatera Utara. Diakui memang urusan.

Pengadaan air bersih bukan tanggungjawab Pemerintah Kota Medan, namun menjadi tanggung jawab Provinsi Sumut karena pengelolaan air bersih merupakan wewenang pemerintah daerah Sumatera Utara.

“Argumentasi ini menurut pandangan Fraksi PDI Perjuangan Kota Medan tidak dapat dijadikan alasan. Pemko Medan juga harus bertanggungjawab karena air bersih merupakan kebutuhan dasar. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan harus mempunyai program dalam pengadaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat Kota Medan,” sebut Boydo H.K Panjaitan pada pembacaan pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2020, Rabu (21/8/2019) diruang Paripurna DPRD Kota Medan.


Boydo mempertanyakan langkah apa yang telah dan akan dilakukan oleh Pemko Medan untuk mengatasi permasalahan air bersih dan berapa anggaran yang dialokasikan dalam RAPBD 2020 untuk program mengatasi permasalahan air bersih dan sanitasi air di Kota Medan.

Permasalahan air bersih untuk rumah tangga ini dikatahui dari laporan dan keluhan sebahagian besar warga Masyarakat Kota Medan, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga di beberapa Kecamatan di Kota Medan saat ini kondisinya sudah sangat rawan.

“Dalam setiap pelaksanaan reses yang kami lakukan, hal ini selalu dikeluhkan oleh warga masyarakat. Argumentasi bahwa urusan pengadaan air bersih bukan tanggungjawab Pemerintah Kota Medan, namun Pemerintah Provinsi Sumut tidak dapat dijadikan alasan, Pemko Medan juga harus mempunyai program dalam pengadaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga,” sebutnya.

Pada pelaksanaan paripurna Dewan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan juga masih mengeluhkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit yang menjadi provider BPJS di Kota Medan yang masih belum optimal dilakukan, penanganan banjir, kemacetan lalulintas, jalan dan jembatan rusak, parit (drainase) yang tumpat serta lampu penerangan jalan umum yang  padam juga selalu menjadi keluhan masyarakat ketika pelaksanaan reses dilakukan oleh anggota DPRD kota Medan di dapil masing-masing, sementara bila dilihat dari alokasi anggaran yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut setiap tahun cukup besar.

“Apakah karena ada kesalahan penanganan yang dilakukan atau factor lain yang menghambat?,” tanya Ketua Komisi C DPRD Kota Medan ini.

Peredaran narkoba dan kebrutalan pelaku begal yang akhir-akhir ini kembali marak, menimbulkan keresahan dan ketakutan luar biasa bagi warga Kota Medan terutama yang memiliki aktivitas banyak diluar rumah.

“Fraksi PDI Perjuangan meminta agar Walikota Medan melalui sidang paripurna Dewan ini, untuk menginstruksikan camat, lurah dan kepala lingkungan untuk bekerjasama dengan masyarakat supaya lebih meningkatkan pengawasan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing, dan melakukan koordinasi dengan Polrestabes Medan guna menekan terjadinya tindakan-tindakan kriminalitas dan peredaran narkoba diKota Medan,” tegas Bendahara DPC PDI Perjuangan itu.

Contact Form

Name

Email *

Message *