HEADLINE NEWS

Lahan Yang Disengketakan Tony Christian Ternyata Milik TNI-AU

Lahan Yang Disengketakan Tony Christian Adalah Milik TNI AU


Dua Perwira Lanud Soewondo menerangkan bahwa lahan yang dipersengketakan antara Toni Christian selaku penggugat dengan Jansen sebagai perwakilan pedagang Pasar Pagi Polonia sekaligus selaku tergugat, merupakan lahan milik TNI AU.

Hal ini disampaikan Kasi Fasilitas dan Instalasi Lanud Soewondo, Mayor Sus, Aprizal dan Kakum Lanud Soewondo, Kapten Sus Helmi Wardoyo dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/04) dihadapan Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata menerangkan bahwa lahan yang diklaim oleh Toni Christian terutama dikawasan Jalan Pekong I dan Ternak yang dibelinya dari Alimah, sampai saat ini masih aset TNI AU.


Sedangkan adanya kegiatan perniagaan dan pemukimam itu sifatnya hanya sementara. Dan bila TNI AU ingin mempergunakan maka para penghuni atau penggarap bisa meninggalkan lokasi.


Pada persidangan tersebut, Helmi menyatakan bahwa kehadiran di persidangan karena ada surat pemberitahuan bahwa ada sengketa kepemilikan lahan yang diklaim milik Tony Christian terhadap para pedagang di Jalan Pekong1.


Sesuai dengan instruksi pimpinan maka pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud, ternyata dilahan yang dipersengketakan benar milik TNI AU dengan ditandai dengan berdirinya Plank TNI.


Dalam persidangan tersebut, Ketua Majelis Hakim sempat mengingatkan Penasehat Hukum Penggugat dalam hal ini Zulkifli yang tetap mempertanyakan dasar kesaksian dari pihak TNI AU.


"Tolong kepada penasehat hukum penguggat bisa memahami, bahwa kedua personil TNI AU ini hadir atas perintah pimpinan dimana lahan yang dipersengketakan berdasarkan peta kepemilikan aset ada milik mereka atau TNI AU," ucap Majelis.


Masih dalam persidangan Ketua Majelis Hakim juga meminta agar penguggat bisa memperlihatkan bukti baru tentang kepemilikan mereka.


Sesuai dari fakta persidangan atau saksi dari TNI AU, bahwa tanah yang diklaim milik Tony karena telah membelinya dari Alimah belum ada pelepasan dari TNI AU.


"Jadi untuk persidangan berikutnya penguggat harus bisa menunjukan bukti,"ujar Jarihat sembari menunda persidangan hingga 21 April 2020 mendatang.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *