HEADLINE NEWS

Masalah Bongkar Muat, SPSI Membuat Aturan Sendiri

Pihak kepolisian, baik itu Polrestabes maupun Poldasu segera menindak oknum anggota SPSI dengan sengaja menghambat proses bongkar muat satu kontainer berisi minyak goreng.

Dalam sebuah video dari masyarakat atas perlakuan oknum SPSI yang menghambat bongkar muat pengiriman minyak goreng ke gudang Alfa Midi Jl. MG Manurung no. 8 A, belakang Trakindo Medan Amplas beberapa waktu yang lalu.

Anggota DPRD Medan Drs.Wong Chun Sen Tarigan M.Pd.B merasa berang, sebab mereka membuat peraturan sendiri, dimana apabila pihak SPSI yang melakukan pembongkaran, maka pihak Alfamidi harus membayar uang sebesar 1,5 juta per perkontainer.

“Padahal minyak goreng tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,yang merupakan salah satu sembako yang harus ada di situasi pandemi virus Corona saat ini,”ujarnya.

Dan bahan itu juga untuk kebutuhan masyarakat didalam menyambut bulan Ramadhan nantinya,” ucap Wong kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya oknum SPSI tersebut jangan menghalangi proses bongkar muat minyak goreng yang akan diantar ke supermarket Alfamidi serta meminta upah bongkar muat di luar batas kewajaran.

Di tengah gelombang serangan pandemi virus Corona ini saja pengusaha bisa bertahan itu sudah bagus, apalagi ditambah arogansi oknum SPSI yang main patok harga bongkar muat.

Dan kalau tak dikasih sesuai harga yang diminta (dinego), maka bongkar muat tidak di izinkan oleh oknum SPSI tersebut

“Oleh sebab itu, pihak kepolisian harus bertindak untuk tegas menertibkan orang-orang yang berbuat semena-mena kepada para pengusaha golongan menengah. Apalagi barang yang akan disuplai merupakan salah satu sembako yang di butuhkan masyarakat menjelang Ramadhan dan Hari Raya nanti”, ujar Wong. 

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *