HEADLINE NEWS

Pihak Yayasan Sekolah Swasta Belum Tergerak dan Terbuka

Lagi, Antonius Tumanggor meneriakkan kepada pihak yayasan sekolah swasta di kota Medan yang masih belum tergerak dan terbuka pintu hatinya memberikan keringanan atau potongan uang sekolah terhadap murid-muridnya. Padahal, diketahui bersama,  dampak Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi perekonomian manusia di seluruh dunia termasuk juga Indonesia.
Kota Medan, salah satu kota yang juga terdampak akibat pandemi COVID-19, tentunya banyak menimbulkan permasalahan, salahsatunya pengeluaran untuk kebutuhan. Dan yang sangat merasakan adalah masyarakat yang selama ini berpenghasilan tidak tetap dan yang bekerja mandiri. 
Antonius Tumanggor yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Partai NasDem mengatakan, khususnya sekolah swasta yang sampai saat ini belum ada memberikan keringanan dan potongan uang sekolah harus menggunakan hati nurani. 
” Jangan pada saat hendak mengurus perizinan sekolah, membuat alasan untuk membantu dan mencerdaskan anak bangsa agar tidak buta huruf dan bodoh, tetapi ketika muncul wabah seperti Pandemi virus Corona, pihak yayasan sekolah swasta memberikan alasan yang terkesan tidak berniat untuk membantu anak didiknya yang tengah kesulitan ekonomi akibat COVID-19,” kata Wakil Ketua Fraksi NAsDem Kota Medan ini, Kamis (21/5) di Sopo Restorasi, Jalan Mesjid No.A2. Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat.i Sopo Restorasi, Jalan Mesjid No.A2. Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat.
Diakui Antonius, bahwa pemerintah kota Medan melalui Plt.Walikota Medan telah memikirkan berbagai cara agar penanggulangan pandemi corona COVID-19  agar cepat selesai. Sehingga melakukan aturan ketat dan keras seperti mengurangi aktifitas diluar rumah, melarang kerumunan, membuat social distancing dan physical distancing serta menerapkan hidup bersih dengan rajin mencuci tangan dan memakai masker ketika terpaksa harus keluar rumah. Bukan itu saja, pemerintah secara serentak juga mengeluarkan aturan bagi seluruh instansi kantor dan sekolah untuk melakukan pekerjaan dirumah (work From Home), dampaknya banyak perusahaan seperti mall, restauran dan hotel kehilangan pelanggan dan terpaksa merumahkan karyawannya.Seharusnya, pihak sekolah swasta turut membantu pemerintah juga dengan memberikan keringan dan potongan uang sekolah. 
“Bisa saja diantara pekerja yang dirumahkan tersebut merupakan orangtua dari murid yang saat ini bersekolah di swasta,”terangnya.
Sambung Antonius lagi, selama ini, sebelum ada pandemi COVID-19, pihak sekolah sudah diuntungkan dan terbantu dengan adanya bantuan pemerintah dari Bantuan Operasional Sekolah dan bantuan pemerintah lainnya. Untuk itu, janganlah ketika ada permintaan dari orangtua siswa untuk keringanan dan potongan uang sekolah, ada pihak yayasan yang membuat alasan, seolah seluruh sekolah di daerah yang di naungi oleh satu yayasan masih harus diberikan subsidi sehingga belum mampu untuk membantu memberikan keringanan uang  sekolah.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *