HEADLINE NEWS

Polsek Medan Labuhan Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan

Polsek Medan Labuhan melakukan gelar perkara rekontruksi kasus pembunuhan yang mengakibatkan Rizki (20) ditemukan tewas di dalam sumur, Selasa (07/07/2020).

Sebelumnya Polres Pelabuhan Belawan bersama Polsek Medan Labuhan berhasil meringkus 3  tersangka yang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan terhadap Rizki yang mayatnya dibuang ke dalam sumur di Gudang PTPN II Jalan Pertempuran, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Ketiga tersangka yang merupakan sahabat korban sendiri yakni masing-masing berinisial RR dan AG yang keduanya warga Karya Ujung, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut serta MFT warga Jalan Melati, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut.

Penangkapan terhadap para tersangka yang berawal dari ditemukannya jenazah korban di Jalan Persatuan Raya, tanah garapan Pasar V, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut yang telah membusuk dan terapung di dalam sumur dan melalui Tim Basarnas Kota Medan bersama dengan pihak kepolisian berhasil mengevakuasi mayat korban dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi.

Di mana jenazah korban ini pertama kali ditemukan, Rabu (13/05/2020) lalu oleh Sri Mulyani dan suaminya yang saat itu melintas dan mencium aroma busuk. Begitu dilihat ternyata bau busuk berasal dari seorang mayat yang berada  di dalam sumur tersebut.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari mengatakan penangkapan ketiga tersangka ini berdasarkan adanya petunjuk sekaligus keterangan dari sejumlah saksi-saksi.

Dalam rekontruksi ini juga disaksikan Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edi Safari SH, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Andi Rahmadsyah, penasehat hukum dan juga keluarga korban yang dilaksanakan di halaman Mako Polsek Medan Labuhan.

Ditambahkan Kapolsek bahwa rekontruksi digelar untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan, dan sekaligus untuk mencocokkan data-data yang kita peroleh agar setelah dilimpahkan ke jaksa agar tidak ditemukan kejanggalan.

“Salah satu tersangka masih DPO, motif para pelaku menghabisi korban atas suruhan tersangka yang masih DPO yang memberi imbalan Rp800 ribu kepada ketiga pelaku. Untuk pelaku yang DPO masih kita lakukan pengejaran,” ujarnya.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, Pantun Simbolon mengatakan dari rekontruksi itu terlihat jelas kalau para tersangka secara bersama-sama melakukan rencana pembunuhan terhadap korban.

“Dalam rekontruksi yang digelar, kalau para tersangka dijerat dengan Pasal 340  Pasal ,338 jonto 170 ayat 3, “terangnya.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *