HEADLINE NEWS

Persoalan Banjir di Kota Medan Yang Utama

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Syaiful Ramadhan mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Medan karena adanya pendangkalan dan penyempitan sungai. Sehingga jika turun hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, seperti yang terjadi beberapa hari belakang ini, maka terjadilah banjir, sebab sungai sudah tidak lagi mampu menampung debit air.

Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar melakukan koordinasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan Balai Wilayah Sumatera (BWS). “Perlu ada koordinasi secara maksimal antara Pemprovsu, BWS dan Pemko Medan guna mengatasi banjir di kota ini,”ungkap Syaiful, Minggu (6/12/2020). Menurut Syaiful, ini menjadi catatan penting, bahwa persoalan banjir di Kota Medan menjadi hal yang utama dan untuk diselesaikan. "Sebaik apapun program yang direncanakan oleh Pemko Medan, dengan rencana anggaran yang besar, jika tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, maka program tersebut tidak akan ada apa-apanya. “Jadi komunikasi harus terus dibangun, sehingga program yang direncanakan bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya. Pasca banjir yang melanda Kota Medan hingga menimbulkan korban jiwa, politisi yang juga akrab disapa ‘Anak Sungai’ ini spontan mendatangi rumah-rumah warga dan memberi bantuan berupa sarapan pagi. Meski untuk itu, dia harus ikut terendam dan menggunakan ban karet, menyusuri lokasi banjir. 'Kita belum terpikir bagaimana mengevakuasi warga, kita utamakan mereka bisa makan terlebih dahulu dan memastikan kondisi mereka berada di tempat yang bisa dijangkau," kata Syaiful yang juga tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli seraya menambahkan, banjir kali ini yang terbesar hingga menutup atap rumah warga.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *